Bukanlah Keikhlasan Jika Masih Merasakan Sakit

“ Sesuatu datang dan sesuatu pergi. Itulah kehidupan, dimana Kita diajarkan untukk menerima dan rela melepaskan. Untuk melatih diri kita agar lebih bersyukur “

“Jangan berhenti berupaya ketika kita menemui kegagalan. Bersyukurlah karena kegagalan adalah cara Tuhan mengajari kita arti kesungguhan^^”.

182189_406913396018359_2109400796_n

Kata-kata di atas menggambarkan keadaan seseorang yang saat ini memiliki sebuah masalah, dimana dia harus membuka hatinya yang ikhlas untuk melepaskan seseorang dari hatinya.

Setiap pertemuan memang selalu di akhiri dengan kata perpisahan, tak pernah ada yang mengetahui seperti apa perpisahan yang akan datang, bahkan burung-burung di luar sana hanya bisa berkicau tanpa bisa memberitahukannya.

Terkadang kata-kata manis mudah untuk kita letakan di dalam hati, sehingga membuat raga ini terbang melayang ke awan, ketika memikirkan kata-kata tersebut yang tanpa kita sadari, diri ini seperti sedang di mabuk akan sesuatu, .. Laki-laki memang pintar dengan gombalannya, mereka bermain cantik dengan tingkah laku, dan kata-katanya .

Sedangkan perempuan di ciptakan selalu dengan perasaan, bahkan ketika akal pikiran sudah menolak, namun tidak dengan perasaan, “ apa karena ini laki-laki bisa dengan mudahnya mempermainkan wanita ? entahlah …

Tidak semua mahluk Allah yang satu ini selalu seperti ini, tapi …. Ketika saya melihat seseorang yang sudah di khitbah dengan laki-laki, berharap bahwa laki-laki tersebut bisa menjadi imam yang baik, bisa membawa keluarganya dalam syurga Allah, dan menerima khitbah dari laki-laki tersebut dengan hati yang ikhlas, dan siap menerima masa lalunya yang entah seperti apa .

Tapi apa ? laki-laki tersebut membuat kesalahan yang fatal, dia telah menggoreskan sebuah tinta atau bahkan  1 mobil besar yang berisi tinta dalam cincin khitbahnya yang sangat Fattal. Entah apa yang merasuki fikirannya, sampai melakukan kesalahan seperti itu,

Dan saat perempuan tersebut dengan berat hati dan rasa kecewa yang sangat mendalam memutuskan untuk melepaskan ikatan lamaran yang telah mereka lakukan, sakit, hancur, harapan yang telah di bayangkan hilang berhampuran entah brantah seperti kapas yang di tiup dalam kegelapan. Apa salah perempuan tersebut ? apakan keputusannya ini benar atau salah ? wallahu alam bissawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s